Manfaat Medical Check Up
03 Oct 2020
sheila
113
Share :

Kesehatan adalah milik kita yang paling berharga. Jika kondisi kita tidak sehat, maka akan mengakibatkan tingkat produktivitas kita menurun dan berdampak pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu kesehatan adalah aset yang berharga yang perlu dijaga dengan baik dan dilindungi sedapat mungkin. Untuk melindungi kesehatan kita secara dini dan untuk mengetahui bila ada kondisi yang membahayakan kesehatan atau kondisi kesehatan yang menurun, maka diperlukan MCU (Medical Check Up).

Hampir semua orang merasa tidak ada keluhan dalam tubuhnya, mereka yakin tubuhnya sehat, padahal belum tentu seperti itu. Ada penyakit yang tidak menampakkan gejalanya di awal, tetapi ketika terdeteksi sudah dalam tingkat yang parah, seperti penyakit diabetes/kencing manis dan hipertensi/darah tinggi dll. Oleh karena itulah pentingnya mendeteksi kesehatan secara rutin, karena seseorang tidak tahu kapan datangnya penyakit.

Pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) sendiri adalah suatu rangkaian uji kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara berkala. MCU dapat dilakukan sedini mungkin, namun umumnya dilakukan pada usia dewasa. Terlebih jika seseorang mempunyai kemungkinan mendapat penyakit keturunan, seperti diabetes/kencing manis, high kolesterol, serangan jantung dan mempunyai resiko obesitas dan penyakit yang berpotensi menular atau mempunyai gaya hidup tidak sehat seperti perokok, kurang olahraga, sering mengonsumsi makanan cepat saji / junk food, dll., dianjurkan untuk melakukan MCU sekurang-kurangnya 2 kali setahun.

Persiapan Sebelum Medical Check Up

Puasa

Biasanya, anjuran Puasa dilakukan untuk jangka waktu 10 jam sampai 12 jam. Selama jam puasa, pasien tidak diperbolehkan mengonsumsi apapun, kecuali air mineral. Beberapa pemeriksaan laboratorium yang mewajibkan Puasa antara lain pemeriksaan glukosa, Kolesterol, urea, dan asam urat.

Konsumsi Obat
Beberapa obat memiliki dampak langsung terhadap hasil tes darah. Obat dari golongan steroid, misalnya, berdampak pada peningkatan kadar Kolesterol. Namun, bila pengkonsumsian obat tak dapat dihindari, pasien bisa menginformasikan obat-obatan yang dikonsumsi itu pada petugas laboratorium.

Olahraga

Anjuran untuk tidak berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat sebelum menjalani MCU juga berdasarkan alasan dampaknya terhadap tekanan darah. Wajar saja sesudah olahraga ada kecenderungan tekanan darah meningkat. Namun, bila situasi ini terjadi menjelang dan saat MCU, hasil tes laboratorium bisa mendiagnosa seseorang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).

Tidur Cukup
Kualitas dan kuantitas tidur memiliki kaitan pula dengan tekanan darah. Pertanyaannya, berapa waktu tidur yang cukup itu? Menurut penelitian National Sleep Foundation, waktu tidur yang ideal untuk orang dewasa berusia 18 tahun hingga 64 adalah 7 jam sampai 9 jam.

Waktu Tes
Di luar prosedur, ada anjuran pula MCU dilakukan pada pagi hari. Meski tidak diwajibkan, anjuran ini bisa jadi pertimbangan karena juga ada alasannya.
Pada dasarnya, tubuh memiliki waktu biologis. Nah, pagi hari adalah keadaan terbaik tubuh setelah semalaman beristirahat penuh. Terlebih lagi, aktivitas yang dilakukan tubuh pada pagi hari belum terlalu berat. Harapannya, MCU akan memberikan hasil lebih akurat dengan pilihan waktu ini.