Diet Diabetes Mellitus
30 Oct 2020
sheila
239
Share :

“Apa yang bisa saya makan?” pertanyaan tersebut sering muncul di benak penderita diabetes mellitus. Karena banyak sekali pantangan makanan yang harus dijalankan oleh seorang penderita diabetes.

Selama ini pengertian pantangan makanan penderita diabetes adalah tidak boleh makan makanan yang manis. Namun pada banyak penderita diabetes yang sudah merasa menghindari makanan manis tersebut, kadar gula darah mereka tetap tinggi.

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik atau yang sering disebut dengan metabolik sindrom, yaitu kombinasi dari berbagai macam kondisi, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi.

Sebelum ditemukannya insulin pada tahun 1920an dan obat oral anti diabetes golongan sulfonylurea pada tahun 1940an, penduduk Yunani kuno sudah melakukan pengobatan diabetes mellitus dengan melakukan manajemen diet.

Pengaturan Makanan Diabetes dan Indeks Glikemik

Pengaturan diet diabetes yang baik adalah dengan memilih bahan makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah. Yang disebut dengan indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingakatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah.

Indeks glikemik tinggi banyak terdapat pada makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat merupakan bahan makanan penghasil energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Karbohidrat dapat ditemukan pada biji-bijian, umbi-umbian, beras, tepung, dll. Sekitar 50-60% energi tubuh dihasilkan dari asupan karbohidrat. Faktor-faktor pada karbohidrat yang mempengaruhi kadar gula darah tidak hanya semata-mata komposisinya saja, namun ukuran karbohidrat yang dimakan, struktur tepung dan metode memasak juga mempengaruhi kadar gula darah akibat asupan karbohidrat.

Mempunyai resistensi insulin yang tinggi berarti tubuh akan mengeluarkan hormon insulin yang berlebihan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah (55 atau kurang) antara lain: roti gandum, nasi merah, jus apel tanpa pemanis, kacang tanah, wortel, kacang kedelai, dsb. Makanan dengan indeks glikemik sedang (56 – 69), contohnya adalah: jagung rebus, anggur, pisang, kismis, talas, dsb. Sedangkan untuk makanan dengan indeks glikemik tinggi (diatas 70) adalah: Ubi, nasi putih, singkong, beras ketan, semangka, dsb.

Risiko Makanan Indeks Glikemik Tinggi

Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak saja hanya akan meninggikan kadar gula darah namun juga akan menyebabkan resistensi insulin. Pada saat seseorang dengan diabetes mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, maka tubuhnya akan mengeluarkan hormon insulin yang berlebihan sehingga gula darah menurun dan dengan penurunan gula darah ini, tubuh akan memberikan sinyal kepada otak bahwa terjadi penurunan kadar gula darah, sehingga hati dengan bantuan hormon glucagon akan memecah gula dan meningkatkan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini apabila terjadi berulang-ulang, maka akan menyebabkan resistensi insulin, sehingga komplikasi diabetes seperti neuropa perifer (kesemutan), supply darah yang tidak adekuat ke setiap organ, akan menyebabkan kerusakan organ secara perlahan, sehingga menimbulkan gagal ginjal, retinopati diabetik (kerusakan retina akibat kurangnya supply darah ke retina) yang dapat menimbulkan kebutaan.

Keuntungan Makanan Indeks Glikemik Rendah

Makanan dengan indeks glikemik rendah tidak hanya menstabilkan kadar gula darah, namun juga dapat meningkatkan kesehatan pankreas sebagai penghasil sel beta pankreas. Beberapa penelitian sudah dilakukan dan hasilnya adalah dengan mengkonsumsi makanan indeks glikemik rendah, dapat meningkatkan kesehatan ginjal.

Pada diet diabetes mellitus, yang perlu diperhatikan adalah jumlah, jenis, dan jadwal makan. Selama pemilihan jenis makanan tepat (dengan indeks glikemik rendah) dan porsi yang cukup sesuai dengan kebutuhan kalori dan jadwal makan yang tepat (jarak antara jadwal makan satu dan lainnya tidak terlalu jauh dan dak terlalu dekat).

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila kadar gula darah dibiarkan tinggi. Dengan memperbaiki diet dan nutrisi, maka diharapkan kualitas hidup penderita diabetes dapat meningkat, resiko komplikasi dapat dihindari, dan nutrisi yang seimbang dapat diserap oleh tubuh.